Bioskop Kampus: Metamorfosa – Proses Pencarian Jati Diri

/, Kegiatan LFM/Bioskop Kampus: Metamorfosa – Proses Pencarian Jati Diri

Bioskop Kampus: Metamorfosa – Proses Pencarian Jati Diri

By |2019-09-12T13:04:27+00:00September 12th, 2019|0 Comments

Catatan Pemrograman
“Siapakah aku?”, “Akan jadi apa aku kelak?”

Pertanyaan itu setidaknya pasti pernah muncul di benak setiap orang. Mungkin setiap pertama kali membuka mata. Mungkin sekarang, saat tulisan ini terngiang di kepalamu. Pertanyaan tersebut memang bermakna. Terutama sebagai mahasiswa, yang semakin dekat dengan kehidupan dewasa dan mandiri. Proses pencarian jawaban atas pertanyaan tersebut bukanlah hal yang singkat dan mudah. Proses pencarian “jati diri” merupakan sebuah perjalanan tiada henti. Sebuah usaha memperbaiki diri hari demi hari untuk mencapai versi terbaik dari diri sendiri.

Kenyataan bahwa setiap orang harus terus berkembang mungkin bisa terasa menakutkan. Namun, yang perlu disadari adalah proses itu tidak harus perlu dijalani sendiri. Banyak hal dan orang yang dapat membantu. Bioskop Kampus “Metamorfosa” bertujuan untuk mengajak penonton berhenti sejenak untuk berbincang dengan film-film pendek yang akan disajikan. Namun, perlu diketahui bahwa pemutaran ini tidak akan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, tapi hanya akan memberikan perspektif dan pandangan baru. Juga inisiatif untuk mengeksplor diri kita masing-masing.

Lima film yang terpilih untuk program ini telah melewati proses kurasi. Film-film tersebut dirasa dapat membantu penonton dalam mengenali dan memberikan perspektif dari masalah yang mungkin ditemukan dalam proses pencarian jati diri. Film yang terpilih menceritakan tentang pergulatan internal seseorang, baik karena konflik moral maupun saat berhubungan dengan lingkungan sekitar.

Catatan Pemutaran dan Diskusi BK Metamofosa 2019
Sudah sekian tahun ITB mengadakan Open House Unit—wahana mahasiswa untuk berkenalan dengan unit kegiatan mahasiswa yang tersebar di kampus—dan sudah sekian tahun pula Liga Film Mahasiswa mengadakan Bioskop Kampus edisi OHU pada tanggal yang berdekatan, dimana pada pemutaran kali ini diadakan seminggu setelah acara OHU agar seluruh massa kampus dapat sama-sama menikmatinya. Bioskop Kampus OHU istimewa karena selalu ada penonton baru yang datang, yaitu mahasiswa angkatan termuda di ITB. Bagi mahasiswa baru (dan mungkin tak hanya bagi mereka saja), kehidupan kampus dingiangi pertanyaan yang belum terjawab: setelah semua ini akan jadi apa aku kelak? Tanya yang akan mengonsumsi kaum muda hingga mereka bisa menemukan jati diri mereka.

Pemutaran film pada Bioskop Kampus “Metamorfosa” berangkat dari persoalan itu. Lima film yang terpilih—Kosan Magnet, 1 Liter, Ve, Lembar Jawaban Kita, dan Carnivale—dibagi dalam tiga sesi pemutaran. MC Tsaniya M dan Ramadida P memulai acara pukul 18.45, dan 15 menit kemudian pemutaran dimulai. Dalam setiap jeda sesi, ada pembagian doorprize berupa merchandise BK kepada dua penonton beruntung. Selesai pemutaran, sesi diskusi pun dimulai.

Ada tiga pembicara yang diundang, yaitu Frida Caturima selaku sutradara film Ve, Abdalah Gifar Abisena sebagai penulis naskah film Lembar Jawaban Kita, dan Ibrahim Fadhil sebagai Ketua Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) ITB 2019. Dalam diskusi yang dimoderatori oleh Rasyid A ini, salah satu poin yang menarik adalah cara masing-masing pembicara memaknai jati diri. Bagi mas Abisena, jati diri ditentukan oleh yang kita hasilkan, karya kita; ia menganalogikan diri sebagai pohon, dengan akar yang kuat agar tidak mudah terombang-ambing ikut-ikutan orang dan jenis pohon yang baru ketahuan dari buah yang dihasilkan (re: karya). Sementara bagi Frida, jati diri mungkin butuh waktu lama untuk ditemukan, namun itu bukanlah suatu masalah. Ibra sendiri menekankan pentingnya eksplorasi dan keluar dari zona nyaman agar kenal jati diri.

Selesai diskusi, Salwa R sebagai pemimpin produksi BK OHU menyerahkan sertifikat pada pembicara sambil foto bersama.

About the Author: